Rabu, 10 September 2008

SS VYNER BROOKE





Australian Military Units
The Sinking of the Vyner Brooke
13 February 1942 -
Built in 1928, the SS Vyner Brooke was a British-registered cargo vessel of 1,670 tons. She was named after the Third Rajah of Sarawak - Sir Charles Vyner Brooke. Up until the outbreak of war with the Japanese, Vyner Brooke plied the waters between Singapore and Kuching, under the flag of the Sarawak Steamship Company. She was then requisitioned by Britain's Royal Navy as an armed trader.

On the evening of 12 February 1942, Vyner Brooke was one the last ships carrying evacuees to leave Singapore. Although she usually only carried 12 passengers, in addition to her 47 crew, Vyner Brooke sailed south with 181 passengers embarked, most of them women and children. Among the passengers were the last 65 Australian nurses in Singapore. Throughout the daylight hours of 13 February Vyner Brooke laid up in the lee of a small jungle-covered island, but she was attacked late in the afternoon by a Japanese aircraft, fortunately with no serious casualties. At sunset she made a run for the Banka Strait, heading for Palembang in Sumatra. Prowling Japanese warships, however, impeded her progress and daylight the next day found her dangerously exposed on a flat sea just inside the strait.

Not long after 2 pm Vyner Brooke was attacked by several Japanese aircraft. Despite evasive action, she was crippled by several bombs and within half an hour rolled over and sunk bow first. Approximately 150 survivors eventually made it ashore at Banka Island, after periods of between eight and 65 hours in the water. The island had already been occupied by the Japanese and most of the survivors were taken captive.

However, an awful fate awaited many of those that landed on Radji beach. There, survivors from the Vyner Brooke joined up with another party of civilians and up to 60 Commonwealth servicemen and merchant sailors, who had made it ashore after their own vessels were sunk. After an unsuccessful effort to gain food and assistance from local villagers, a deputation was sent to contact the Japanese, with the aim of having the group taken prisoner. Anticipating this, all but one of the civilian women followed behind. A party of Japanese troops arrived at Radji Beach a few hours later. They shot and bayoneted the males and then forced the 22 Australian nurses and the one British civilian woman who had remained to wade into the sea, then shot them from behind. There were only two survivors - Sister Vivian Bullwinkel, and Private Cecil Kinsley, a British soldier. After hiding in the jungle for several days the pair eventually gave themselves up to the Japanese. Kinsley died a few days later from his wounds, and Bullwinkel spent the rest of the war as an internee.

Of the 65 Australian nurses embarked upon the Vyner Brooke, 12 were killed during the air attack or drowned following the sinking, 21 were murdered on Radji Beach, and 32 became internees, 8 of whom subsequently died before the end of the war.

Babak Belur





Bagaimana tidak babak belur tanah Babel jika ulah para penambang timah hanya mencari keuntungan pribadi tanpa memperdulikan lingkungan hidup.

Jam

Dari kami

Tentang ForumbangkabelitungbersatuWatak FB3:Organisasi terbuka utk semua masyarakat Bangka Belitung tanpa membedakan etnis,suku,agama&kedudukan sosial serta percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpaham Kebangsaan Indonesia, berjiwa kemasyarakatan yg demokratis&berwawasan global

SEKAPUR SIRIH

Bahwa atas dasar keinginan yang luhur dalam mewujudkan cita-cita para pejuang pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung terdahulu yang mencurahkan segenap pikiran, tenaga, waktu dan pengorbanan, semakin memerlukan peningkatan keterampilan dan profesionalisme untuk turut serta berpartisipasi secara aktif dalam membangun daerah sendiri demi terwujudnya masyarakat adil, makmur dan sejahtera.

Dengan semangat dan rasa memiliki daerah sendiri memicu beberapa putra-putri daerah dari berbagai profesi yang memiliki integritas dan komitmen yang tinggi untuk tidak sekedar berpangku tangan sehingga lahirlah organisasi kemasyarakatan yang mandiri dan bermartabat, serta salah satu pilar partisipasi masyarakat dalam membantu pemerintah daerah, aparat terkait serta ormas-ormas yang lain dengan menampung aspirasi yang berkembang di masyarakat serumpun sebalai untuk membangun daerah sendiri di segala sektor.

FORUM BANGKA BELITUNG BERSATU (FB3) didirikan sebagai wadah silahturahmi, pemersatu serta rasa kebersamaan dalam menjalankan program-program disegala bidang melalui pemikiran yang rasional, konseptional, kritis, objektif, konstruktif dan inovatif, kredibilitas serta loyalitas yang tinggi

Menyadari sepenuhnya peran serta dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dengan dilandasi jiwa yang jujur dan ikhlas untuk bersama-sama menjawab setiap bentuk tantangan yang dihadapi oleh masyarakat serta bahu membahu membantu meredam konflik yang terjadi di masyarakat baik yang bersifat vertikal maupun horizontal

Dengan menjunjung tinggi adat istiadat Sepintu Sedulang, mari bersama-sama kita bangun dan pelihara negeri di tanah kelahiran yang kita cintai untuk menyongsong hari depan yang lebih baik sebagai warisan generasi yang akan datang dengan semboyan “ BERSATU…!!! ”

RIWAYAT SINGKAT

Wacana pembentukan organisasi ini pada mulanya tercetus pada pertengahan tahun 2002 oleh beberapa elemen masyarakat yang memiliki kepedulian serta idealisme yang tinggi akan daerah sendiri, kemudian pada bulan April 2003 terbentuklah organisasi dengan nama FORUM PANGKALPINANG BERSATU, yang kapasitasnya hanya berupa forum-forum silaturahmi dan bergerak dibidang sosial kemasyarakatan. Seiring berjalannya waktu organisasi ini memiliki ke anggotaan yang semakin banyak, atas usulan beberapa tokoh atau elemen-elemen masyarakat pangkalpinang agar organisasi ini lebih profesional dan diakui, serta usulan dari daerah-daerah yang ada di Bangka Belitung untuk ikut serta berpartisipasi di dalam organisasi ini maka pada awal tahun 2010 dilakukan beberapa kali musyawarah-musyawarah kecil di Pangkalpinang dan menghasilkan kesepakatan antara lain :

- Mengakomodir saran, usulan dan kepentingan daerah kabupaten-kabupaten yang ada di Prop. Kep. Bangka Belitung

- Memberi nama organisasi yang mencakup seluruh wilayah Prop. Kep. Bangka Belitung

- Membuat Akta Pendirian

- Merevisi pemantapan k epengurusan

- Membuat program kerja jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang

- Dll

Pada tanggal 03 Maret 2010 ditetapkanlah hari jadi “ FORUM BANGKA BELITUNG BERSATU “ disingkat FB3 segala ketentuan organisasi ini termaktub didalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta peraturan-peraturan lain yang tidak bertentangan dengan arah, pola umum serta kebijakan FB3.

ORIENTASI

- Mempererat silahturahmi dan persatuan serta mempertebal semangat rasa memiliki daerah sendiri

- Memajukan kesejahteraan umum unutk menggali, memanfaatkan dan mengelola kekayaan alam yang telah dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada Masyarakat Bangka Belitung

- Tersedianya lapangan kerja serta tersalurkannya tenaga terdidik, terampil dan profesional

- Menumbuh kembangkan kesadaran dan rasa tanggung jawab setiap lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif memelihara ketertiban dan keamanan guna lebih menjamin peningkatan keberhasilan pembangunan daerah di Prop. Kep. Bangka belitung

- Meningkatkan keterampilan bakat alamiah agar tersalurkan secara profesional, sehingga bermanfaat untuk dirinya, masyarakat dan negara

- Menanggulangi permasalahan generasi muda terutama dalam penanggulangan masalah yang merusak fisik dan mental, sebagai generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa seperti kenakalan remaja, bahaya narkoba, bahaya HIV AIDS, serta pergaulan bebas

- Menegakkan Prop. Kep. Bangka Belitung sebagai daerah hukum dalam arti daerah yang berdasarkan azas hukum yang berlaku bukan berdasarkan kekuasaan, melainkan memalui pembangunan, peningkatan dan pelaksanaan hukum nasional dalam rangka menciptakan kepastian hukum yang membela kepentingan masyarakat , daerah dan negara.